Indonesialeaks, Binatang Apakah Ini?

JAKARTA – Sejumlah politisi Indonesia kaget dengan munculnya sebuah situs pemberitaan bernama ; Indonesialeaks !

Makhluk macam apakah ini?

Apakah seekor binatang atau situs online abal-abal.

Konon sejumlah data “hitam” pejabat dan mantan pejabat Indonesia sudah dikantongi Indonesialeaks. Mulai data hitam Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga politisi DPR. Banyak lagi.

Namun anehnya Indonesialeaks ini muncul saat kampanye Pilpres Indonesia dan ramainya kasus kabar hoak (berita palsu) Ratna Sarumpaet yang melibatkan sejumlah tokoh penting seperti Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Hasyim Joyohadikusumo, Amien Rais, Fadli Zon, Fahri Hamzah dan Anies Baswedan.

Dapat dipastikan kemunculan situs abal-abal terkait dengan capres tertentu untuk kepentingan politik Pilpres 2019. Sasarannya jelas, Presiden Joko Widodo dan orang-orang terdekatnya.

Dari penelusuran media ini beberapa nama beken ada di balik situs abal-abal ini antara mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, penyidik KPK Novel Baswedan dan Ketua Pemuda Muhammadiyah Daniel Simanjuntak dan beberapa wartawan yang selama ini alergi dengan pemerintah Joko Widodo.

“Itu situs memang disiapkan untuk kepentingan capres Prabowo,” kata seorang anggota DPR RI dari Partai Golkar. Politikus yang enggan ditulis namanya itu mengatakan, semua pihak yang berhubungan dengan pemerintahan Jokowi harus dibunuh karakternya, dan itu terbukti sekarang,” katanya.

Seorang aktivis ICW membenarkan bahwa Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan ada di balik situs abal-abal ini. Seperti diketahui Bambang Widjojanto adalah Tim Sukses Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan masih sepupu Novel Baswedan.

“Kasus Hoax Ratna Sarumpaet jelas akan menyeret Anies Baswedan karena dia ikut mengatur pelarian Ratna Sarumpaet ke Chile,” kata aktivis tadi.

Sedangkan Novel Baswedan lebih banyak karena faktor dendam karena gagal jadi Direktur Penyidikan KPK. “Daniel Simanjuntak itu kaki tangan Amien Rais,” kata seorang wartawan yang pernah diajak ikut Indonesialeaks.

“Sebentar lagi pejabat-pejabat Jokowi akan dikuliti. Sebentar lagi kabarnya Luhut Panjaitan,” kata wartawan tadi.

Berdasarkan penelusuran media ini
Indonesialeaks merupakan platform bersama untuk menghubungkan pembocor informasi/whistle blower dengan media. Platform dengan alamat Indonesialeaks.id itu digagas empat lembaga, yaitu Free Press Unlimited (FPU), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Tempo Institute dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN).

Pada mulanya terdapat 10 media yang menjadi anggota IndonesiaLeaks, yaitu KBR, Independen.id, Suara.com, Liputan6.com, Tempo.co, Jaringan Indonesia untuk Jurnalisme Investigasi (Jaring), CNN Indonesia, Jakarta Post, Sindo dan Bisnis Indonesia.

Gagasan memunculkan platform Indonesialeaks muncul sejak awal 2017, karena lemahnya perlindungan terhadap pembocor informasi di Indonesia. Gagasan itu mendapat sambutan dari sejumlah mitra seperti lembaga petisi online Change.org, LBH Pers, ICW, Greenpeace Indonesia dan LSM konservasi alam Yayasan Auriga Nusantara.

Platform bersama Indonesialeaks.id itu dirancang oleh Free Press Unlimited (FPU), sebuah NGO yang berbasis di Amsterdam, Belanda.

“Platform ini sudah kami coba di Belanda, juga di Meksiko pada 2013, dan baru saja di Nigeria. Kami ingin membuat agar platform ini semudah mungkin dipakai oleh whistleblower dan media. Menjamin kerahasiaan pelapor agar tetap invisible, aman dan mudah berbagi informasi dengan media partner,” kata Marcel Oomens dari Free Press Unlimited.

Di Belanda, platform ini bernama Publeaks, sedang di Meksiko bernama Mexicoleaks, dan di Nigeria bernama Leaks.ng.

Pada mulanya terdapat media yang menjadi anggota IndonesiaLeaks, yaitu:

KBR, Independen.idSuara.com, Liputan6.com, Tempo.co, Jaringan Indonesia untuk Jurnalisme Investigasi (Jaring), CNN Indonesia, Jakarta Post, SindoBisnis Indonesia. Belakangan, Sindo mengundurkan diri dari keanggotaan dan akan mengikuti periode berikutnya. ***

banner 468x60

Subscribe

No Responses

Leave a Reply